Kamis, 20 Desember 2012

Terbatas Oleh Mata

Ada sebuah group sepak bola yang akan melakukan sebuah pertandingan dengan lawan yang besar. Lawan ini bukanlah lawan yang biasa namun bukanlah berarti lawan yang tidak bisa ditaklukkan dalam pertandingan. Tentunya latihan sangat diperlukan dengan maksimal dalam mencapai sebuah kemenangan. Tetapi dalam proses latihan beberapa orang menjadi urung dalam berlatih dan merasa seperti tidak sanggup untuk mengalahkan lawan mereka. Mereka seperti tidak ada tenaga melihat lawan yang begitu besar dan tidak serius dalam berlatih. Mereka selalu membandingkan apa yang mereka lihat dan mereka pahami melalui apa yang mereka lihat itu. Ternyata semuanya itu bukanlah sebuah kemenangan dalam berlatih. Karena melalui mereka menilai dengan apa yang telah mereka lihat menjadikan diri mereka sesuatu yang tidak dapat berkembang. Pemimipin kelompok pun tidak memilik gairah dalam melakukan sebuah usaha yang memacu untuk kelompok tersebut maju.

Sampai disuatu ketika seorang pelatih menutup semua mata pemimpin itu dan menyuruhnya jalan jongkon 500m. Ini merupakan latihan yang sangat mereka sebali dalam latihan. Namun pelatih menutup mata pemimpin dan mnyuruhnya berjalan jongkok. Dengan sekuat tenaga pemimpin ini melakukannya hampir di garis finish pemimpin ini mulai kelelahan dan sangat merasa tidak mampu. Namun pelatih itu terus berteiak dan menyakan kalo sebentar lagi akan sampai. pemimpin kelompok ini merasa mendapatkan kekuatan karena sedikit lagi akan sampai dia berjalan terus dan kembali tidak kuat. Namun pelatih berteriak dan menyatakan kalau sudah tinggal sedikit lagi dan beberapa langkah lagi. Pemimpin kembali merasa terpacu dan tanpa disadari dia telah berjalan jongkok sejauh 800m. Hal ini membuat semua anggota tim merasa sadar dan mengerti apa yang mereka lihat selama ini adalah salah. Kemampuan mereka dapat melebihi presepsi mereka. Karena mereka berpresepsi dengan apa yang mereka lihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar